Polaroid Photo

You can click the above image to access my image gallery.

LPM VISI FISIP UNS

Choose a Topic:

Site:
RSS 2 FeedAtom Feed
Total Posts: 27Total Pages: 0Comments: 0Categories:
# of Links: 3
 

This is where your other stuff goes, in particular, AdSense Ads from Google.

Wed
15
Jul '09

SK AKREDITASI: UKM Dipertahankan, Digabung atau Dibubarkan

April 2008 mendatang Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) berencana mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang akreditasi setiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di FISIP. SK itu nantinya menyisakan pilihan apakah sebuah UKM akan dipertahankan, digabung atau dibubarkan. Rancangan SK tersebut mendapat tanggapan berbeda-beda dari tiap UKM, ada yang pro dan ada pula yang kontra.

Awalnya Dedi Setyo, Ketua Komunitas Musik FISIP (KMF) agak kebingungan ketika dimintai pendapatnya tentang akan adanya SK tersebut. Saat ditemui di sekre KMF pada Jum’at (26/1) ia mengaku belum mengetahui hal itu. Dikarenakan ketika ada sharing antara perwakilan tiap UKM dengan Pembantu Dekan (PD) III di gedung Kegiatan Mahasiswa (KM) pada Rabu (28/11/2007), perwakilan dari KMF tidak ada yang menghadiri. Dalam forum sharing tersebut dari Drs. Suyatmi M.S selaku PD III mengutarakan keinginan untuk melakukan penilaian terhadap kualitas tiap UKM. Continue reading SK AKREDITASI: UKM Dipertahankan, Digabung atau Dibubarkan

Wed
15
Jul '09

Program mata kuliah spesialisasi di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebalas Maret (UNS) Surakarta menuntut kompetensi dosen dan mahasiswa dalam menguasai materi spesialisasi. Namun, kurangnya dosen praktisi dan kekurangan dalam hal pengevaluasian tugas dikeluhkan oleh beberapa mahasiswa.

Program mata kuliah spesialisasi di Jurusan Ilmu Komunikasi sudah berlangsung sejak tahun 2001. Seperti dijelaskan oleh mantan Ketua Jurusan (Kajur) Ilmu Komunikasi Dra. Hj. Sofiah, M.Si, “Sebelum tahun 2001 kurikulum yang dipakai masih belum fokus dan tidak ada pembagian spesialisasi.” Menurut Sofiah saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (19/2), kelemahan kurikulum tersebut materi yang diterima mahasiswa masih secara umum saja. Continue reading

Wed
15
Jul '09

Prof. Dr. R. B. Soemanto, M. A Pecah Telor Guru Besar di FISIP UNS

“Saya senang dan bahagia, Guru Besar merupakan jenjang yang tinggi di perguruan tinggi, saya juga bangga apalagi di FISIP saya pecah telor (pertama-red),”  ungkap Prof. Dr. R.B.Soemanto, M.A ketika ditanya perasaannya setelah kini menjadi seorang Guru Besar. Soemanto memang pantas bangga karena Ia baru saja dikukuhkan menjadi Guru Besar pada 29 Desember 2007 lalu. Pidato yang berjudul “Tantangan Pelaksanaan Otonomi Daerah; Perspektif Hukum dan Perubahan Sosial” menjadi saksi pengukuhannya.
Namun disamping rasa bangga tersebut, ada konsekuensi yang harus ditanggung dosen lulusan S2 di Australia National University (ANU) itu. “Saya memiliki tanggung jawab moral dan akademis karena sebagai Guru Besar yang menjadi panutan. Pemikiran dan tingkah laku saya menjadi contoh di kehidupan kampus dan di masyarakat,”ujarnya dalam perbincangan Sabtu (19/1) kemarin seusai mengajar di pascasarjana.
Menurut bapak dari tiga anak, Apolominia Paramita Ayuningtyas, S.Sos., Yosep Anugrahadi Barata, dan Elisabet Dyani Samantha ini menjadi seorang Guru Besar bukanlah hal yang sulit. Semua dosen bisa mendapatkan gelar tersebut. “Yang penting mendaftar, harus sudah mendapat gelar doktor dan memenuhi angka kredit minimal 850. Angka kredit itu ya dari pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat, serta penulisan karya ilmiah seperti buku dan jurnal,” jelas Soemanto. Continue reading Prof. Dr. R. B. Soemanto, M. A Pecah Telor Guru Besar di FISIP UNS

Wed
13
May '09

Saat Izin Mengganjal Ormawa

Memasuki bulan September 2007, sejumlah Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) dibuat gusar oleh kebijakan baru Dekanat. Dekanat tidak mengizinkan kegiatan berlangsung pada jam kuliah, serta membatasi kegiatan Ormawa di luar kampus. Protes pun muncul.

“Kami sempat stag saat proses perizinan kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar),” tutur Ketua Mahasiswa FISIP Pencinta Alam (Mahafisippa) Andy Kurniawan mengawali cerita soall hambatan izin yang pernah dialami organisasinya, Jumat (9/11), di Sekretariat Mahafisippa UNS. Menurutnya, proposal untuk kegiatan Diksar ini sempat tidak disetujui karena kegiatan itu akan dilakukan di luar kampus.

“Pembantu Dekan (PD) III mengatakan ada aturan yang melarang Ormawa untuk melakukan kegiatan di luar kampus sehingga kegiatan Diksar tidak diijinkan,” tutur Andy. Penolakan itu sempat membuat Andy dan kawan-kawannya cemas. “Tapi kami tidak putus asa. Setelah berembug, kami memutuskan melakukan negosiasi dengan pihak dekanat,” tambahnya. Cara yang ditempuh Andy dan kawan-kawannya berhasil. Terbukti, kegiatan Diksar Mahafisippa akhirnya diizinkan. Continue reading Saat Izin Mengganjal Ormawa

Wed
13
May '09

Bila Magang Tak Sesuai Harapan

Pelaksanaan Kegiatan Magang Mahasiswa (KMM) di Jurusan Adiminstrasi Negara dan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret dianggap kurang maksimal. Beberapa mahasiswa menganggap KMM hanya ajang untuk menambah pengalaman atau sekedar memenuhi tuntutan kurikulum. Benarkah demikian?

Saat ditanya mengenai proses magang yang dijalaninya beberapa bulan lalu, Wahyu (bukan nama sebenarnya-red) tampak merenung sebentar. Mahasiswa Administrasi Negara (AN) 2004 itu seperti mencoba mengingat-ingat kembali proses magang yang telah dilaluinya. Beberapa saat kemudian, dengan ekspresi kurang puas, ia menjawab, “Sebenarnya saat magang saya berharap bisa mengaplikasikan teori yang saya dapat. Tapi kenyataannya, saya tidak mendapatkan hal itu.”

Wahyu menambahkan, saat magang di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Solo, ia lebih banyak mengamati proses kerja di sana. “Selain itu, saya hanya disuruh membantu pengurusan kartu kuning untuk kepentingan tenaga kerja. Padahal, saya ingin mencari tahu bagaimana kebijakan Disnaker terhadap orang-orang yang mencari kerja,” tegasnya saat ditemui, Selasa (30/10), di Gedung Keluarga Mahasiswa (KM) FISIP UNS. Continue reading Bila Magang Tak Sesuai Harapan

Wed
13
May '09

Nora Nallul Amal “Di mana ada kemauan, Di situ ada jalan”

“Sekolah di luar negeri bagi mahasiswa FISIP UNS, itu bukan mimpi. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” demikian diungkapkan Nora Nallul Amal.

Nama Nora Nallul Amal mungkin asing bagi sebagian besar mahasiswa FISIP UNS terutama jurusan Ilmu Komunikasi. Hal ini dapat dimaklumi karena dosen mata kuliah humas di FISIP UNS sejak tahun 2004 ini sedang study lanjut di The University of Newcastle, Australia sejak tahun 2005. dia mengambil program master bidang leadership and management in education dengan konsentrasi public relation pendidikan tinggi. “Tetapi ada hal yang perlu diperhatikan, public relation di Australia lebih mengarah pada bidang ekonomi dan manajemen, bukan komunikasi,” jelas Nora.

Ketika ditanya tentang bagaimana proses seleksi hingga dirinya mendapatkan beasiswa kemitraan Indonesia-Australia (Ausaid) tersebut, dia mengatakan bahwa proses seleksinya tidak terlalu sulit. Menurut wanita yang sempat kuliah di jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP UNS selama satu tahun yang pada akhirnya pindah ke jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNS pada tahun 1999 ini, dulunya dia bukan mahasiswa yang terlalu menonjol dalam bidang akademik. Continue reading Nora Nallul Amal “Di mana ada kemauan, Di situ ada jalan”

Wed
13
May '09

Menuju “FISIP EMAS”, Sudah Siapkah Kita???

Memasuki kepemimpinan dekan periode 2007-2011, civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) akan dibawa menuju FISIP EMAS. Hal ini antara lain ditandai dengan dijalankannya SIAKAD (sistem informasi akademik) on-line, program pengadaan AC dan LCD, peningkatan humas, pembuatan company profile, pararelisasi telepon, serta pemberdayaan komponen. Namun dengan melihat kondisi FISIP UNS saat ini, sudah siapkah kita menjalankannya?

Berdasarkan SK Rektor UNS Nomor 316/J27/KP/2007 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dekan Fakultas di Lingkungan Universitas Sebelas Maret, Drs. H. Supriyadi SN, SU diangkat menjadi Dekan FISIP periode 2007-2011. Visinya adalah mewujudkan masyarakat akademik yang jujur, visioner, dan adil menuju FISIP EMAS. FISIP EMAS ini diartikan Supriyadi sebagai FISIP yang ideal dan harmonis baik di bidang akademik maupun non akademik. Ketika ditanya tim Acta Diurna, Supriyadi menjelaskan akan membuat program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mewujudkan Visi tersebut.

“Program kerja jangka pendek yang segera saya jalankan antara lain pelaksanaan SIAKAD on-line, pembuatan company profile dan peningkatan humas,” jelasnya. Berdasarkan Buku Pedoman Pendidikan UNS tahun 2005, SIAKAD on-line dimaksudkan sebagai pengolahan data/administrasi akademik yang menghasilkan laporan hasil studi mahasiswa tiap semester beserta sistem peringatan dini mengenai capaian SKS serta hasil akhir studi mahasiswa (Transkip Akademik) di www.siakad.uns.ac.id. Continue reading Menuju “FISIP EMAS”, Sudah Siapkah Kita???

Wed
13
May '09

DILEMA MULTIFUNGSI RUANG SEMINAR

Menilik dari namanya, ruang seminar adalah ruangan yang digunakan untuk kegiatan seminar. Baik dosen maupun mahasiswa dari berbagai jurusan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) dapat menggunakannya. Namun ketika ruang seminar memiliki fungsi lain, timbul berbagai pertentangan dan kesalahpahaman. Benarkah ruang seminar memang didirikan untuk multifungsi? Ataukah salah kaprah dalam pengelolaan yang kini terjadi?

Ruang seminar yang terletak di gedung satu lantai dua FISIP ini memang berbeda dengan ruang lain di FISIP. Ruangan ini dilengkapi beberapa peralatan yang tidak terdapat pada ruangan lain. Menurut Dra. Hj. Sofiah, MSi, Ketua Jurusan (kajur) Ilmu Komunikasi, ruang seminar memang memiliki fasilitas tambahan. “Di ruang seminar ada LCD, AC, dan pengeras suara,” terang Sofiah. Karena adanya berbagai fasilitas tambahan di ruang seminar, maka perlu perawatan tambahan pula.

Drs. Susartono, SU, mantan Pembantu Dekan (PD) II yang membawahi bidang sarana dan prasarana, mengatakan telah ada usaha pemeliharaan fasilitas ruang seminar. “Fasilitas di ruang seminar memang harus dipelihara, misalnya AC harus diservis tiga bulan sekali,” jelasnya. Mengenai dana pemeliharaan ruang seminar, ia mengungkapkan bahwa dana tersebut berasal dari fakultas. “Dananya dianggarkan dalam anggaran fakultas selama setahun, sama seperti dana pemeliharaan terhadap ruangan lain,” paparnya. Continue reading DILEMA MULTIFUNGSI RUANG SEMINAR

Wed
13
May '09

Drs. Dwi Tiyanto, SU “Sebaik-baik pekerjaan adalah menjadi guru”

Siapa yang tak kenal sosok yang satu ini? Beliau adalah Drs. Dwi Tiyanto, SU, mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) selama periode 1998-2002 dan 2002-2007. Saat ini belaiu menjabat sebagai Pembantu Rektor III (PR III) UNS periode 2007-2011.

Pak Dwi, begitu beliau akrab disapa mahasiswa dan rekan-rekan kerjanya, mulai menimba ilmu di salah satu sekolah rakyat yang ada di daerah Simo, Kabupaten Boyolali, kemudian melanjutkan ke SMP Simo. Pria yang lahir di Boyolali, 14 April 1954 ini, lalu melanjutkan ke SMEA di Boyolali, sebelum aktif kuliah di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Uniknya, ketika beliau berkuliah di Undip, beliau juga menjadi mahasiswa di Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag), Semarang.

Setelah menamatkan kuliahnya, Pak Dwi yang sejak kecil bercita-cita menjadi pegawai Departemen Dalam Negeri (Depdagri) ini pernah bekerja di Direktorat Jenderal (DirJen) Bank Des Depdagri, Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Departemen Penerangan. Namun, akhirnya ia memutuskan bekerja di dunia pendidikan. Maklum, beliau berasal dari keluarga yang memiliki background pengajar. “Dulu ayah saya guru SD, mertua dan istri saya juga guru,” ungkapnya. “Sebaik-baik pekerjaan adalah menjadi guru,” tambahnya. Continue reading Drs. Dwi Tiyanto, SU “Sebaik-baik pekerjaan adalah menjadi guru”

Wed
13
May '09

Dosen bolos, mahasiswa senang

Bagaimana sebenarnya kinerja dosen Program S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menurut mahasiswa? Hal ini layak untuk dipertanyakan karena setelah dilakukan jajak pendapat oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) LPM VISI FISIP UNS, sebagian mahasiswa FISIP UNS belum puas dengan kinerja dosen. Namun, ironisnya sebagian mahasiswa lain tidak mempermasalahkan hal ini.

Kinerja dosen merupakan salah satu indikator keberhasilan mahasiswa dalam menempuh kuliah. Seperti yang dikemukakan Dra. Hj. Sofiah, M.Si, selaku Ketua Jurusan (Kajur) Ilmu Komunikasi, dalam suatu perguruan tinggi, dibutuhkan dosen yang benar-benar memiliki kinerja yang baik dan berkualitas bagi mahasiswa. Dosen yang ideal, menurut Sofiah, adalah dosen yang interaktif, menguasai materi, dan disiplin. ”Selain itu dosen yang baik harus dapat membawa mahasiswa pada kesadaran belajar mandiri,” tambahnya.

Namun dari hasil jajak pendapat yang dilakukan Bidang Litbang LPM VISI FISIP UNS 16 Januari – 16 Februari lalu, menunjukkan bahwa 27% mahasiswa Ilmu Komunikasi menganggap kinerja dosen mereka masih buruk. Ini merupakan angka tertinggi, jika dibandingkan dengan AN (6%) dan Sosiologi (16%). Lalu bagaimana kriteria dosen yang dianggap belum dapat menjalankan tugasnya dengan baik? Continue reading Dosen bolos, mahasiswa senang