Polaroid Photo

You can click the above image to access my image gallery.

LPM VISI FISIP UNS

Choose a Topic:

Site:
RSS 2 FeedAtom Feed
Post Comments:
Comments RSS Feed
Total Posts: 27Total Pages: 0Comments: 0Categories:
# of Links: 3
 

This is where your other stuff goes, in particular, AdSense Ads from Google.

Wed
13
May '09

Drs. Dwi Tiyanto, SU “Sebaik-baik pekerjaan adalah menjadi guru”

Siapa yang tak kenal sosok yang satu ini? Beliau adalah Drs. Dwi Tiyanto, SU, mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) selama periode 1998-2002 dan 2002-2007. Saat ini belaiu menjabat sebagai Pembantu Rektor III (PR III) UNS periode 2007-2011.

Pak Dwi, begitu beliau akrab disapa mahasiswa dan rekan-rekan kerjanya, mulai menimba ilmu di salah satu sekolah rakyat yang ada di daerah Simo, Kabupaten Boyolali, kemudian melanjutkan ke SMP Simo. Pria yang lahir di Boyolali, 14 April 1954 ini, lalu melanjutkan ke SMEA di Boyolali, sebelum aktif kuliah di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Uniknya, ketika beliau berkuliah di Undip, beliau juga menjadi mahasiswa di Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag), Semarang.

Setelah menamatkan kuliahnya, Pak Dwi yang sejak kecil bercita-cita menjadi pegawai Departemen Dalam Negeri (Depdagri) ini pernah bekerja di Direktorat Jenderal (DirJen) Bank Des Depdagri, Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Departemen Penerangan. Namun, akhirnya ia memutuskan bekerja di dunia pendidikan. Maklum, beliau berasal dari keluarga yang memiliki background pengajar. “Dulu ayah saya guru SD, mertua dan istri saya juga guru,” ungkapnya. “Sebaik-baik pekerjaan adalah menjadi guru,” tambahnya.

Pria yang menyukai tantangan ini mengatakan bahwa awal profesi mengajarnya dimulai di Semarang. “Saat itu Semarang masih butuh banyak sarjana S1,” ujarnya. Melihat peluang tersebut, beliau memutuskan untuk mulai mengajar di sekolah-sekolah swasta di Semarang.

Bapak tiga orang anak yang mempunyai hobi membaca ini, sempat menjabat sebagai Dekan FISIP UNS selama dua periode sampai akhirnya terpilih menjadi PR III tahun 2007. Awalnya, beliau mengaku sempat meminta agar FISIP tidak mengajukan calon untuk menjadi PR III. “Dulu ada isu bahwa PR III selalu diisi orang FISIP. Saya ingin merubah isu itu,” terangnya. Namun dirinya tetap di calonkan oleh senat fakultas, walaupun hanya sebagai calon nomor tiga. Akhirnya, beliau terpilih dan dilantik menjadi PR III, pada Jumat (27/4) lalu.

Sebagai PR III, Pak Dwi mengaku bertambah sibuk. Selain mempunyai tugas dalam hal kemahasiswaan yang menangani masalah minat dan bakat mahasiswa, beliau juga menangani masalah pengembangan ilmiah serta kesejahteraan mahasiswa. “Dapat dikatakan PR III adalah ujung tombak mahasiswa di universitas,” tambahnya. Sebagai PR III, beliau berjanji akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya serta meningkatkan kinerja PR III sebelumnya.

Di akhir wawancara, pria yang baru setengah tahun menempati rumah baru di Banyuanyar RT 02/02 Suarakarta ini, masih mempunyai obsesi melanjutkan sekolah untuk mencapai gelar doktor. “Ini masih sulit saya wujudkan, karena saya masih harus menyelesaikan tanggung jawab saya sebagai PR III terlebih dulu,” tutup beliau sambil tertawa.

Leave a passing comment »

Leave a Reply