Polaroid Photo

You can click the above image to access my image gallery.

LPM VISI FISIP UNS

Choose a Topic:

Site:
RSS 2 FeedAtom Feed
Total Posts: 27Total Pages: 0Comments: 0Categories:
# of Links: 3
 

This is where your other stuff goes, in particular, AdSense Ads from Google.

Wed
13
May '09

PEMILIHAN KAJUR ILMU KOMUNIKASI FISIP UNS “Ketika Loyalitas Terbentur Finansial”

Walaupun sudah beberapa kali diadakan pemilihan Ketua Jurusan (Kajur) di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), proses regenerasi jabatan masih terkesan lesu dan kurang maksimal. Terbukti dengan hanya ada sedikit variasi dosen yang menjadi kajur dalam lima belas tahun terakhir. Benarkah loyalitas dosen yang terbentur finansial menjadi alasannya?


Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, pada statuta pasal 38 terdapat empat fungsi jurusan. Pertama, melakukan pendidikan dan pengajaran dalam sebagian atau satu cabang ilmu, teknologi atau kesenian tertentu bagi program pendidikan yang ada. Kedua, melakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian tertentu. Ketiga, melakukan pengabdian masyarakat. Dan terakhir, melakukan pembinaan civitas akademika.

Adapun setiap jurusan itu dipimpin oleh seorang kajur. Hal ini tertera dalam Peraturan UNS No. 321/J27/HK.KP/2006 tentang Tata Cara Pemilihan Calon Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, Pembantu Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan/Bagian, Ketua dan Sekretaris Program Studi di Lingkungan Universitas Sebelas Maret pada pasal 1 Ketentuan Umum. Kajur memiliki peran penting dalam maju mundurnya suatu jurusan. Pun sebagai seorang pemimpin, ia harus mampu mengatur jurusannya agar jurusan dapat melaksanakan fungsi-fungsinya dengan optimal. Seperti ditegaskan Dra. Hj. Sofiah M.Si, Kajur Ilmu Komunikasi, “Kajur merupakan ujung tombak jurusan dalam mengatasi setiap masalah yang ada di jurusan.” Continue reading PEMILIHAN KAJUR ILMU KOMUNIKASI FISIP UNS “Ketika Loyalitas Terbentur Finansial”

Wed
13
May '09

WAHYU TRI PRASETYO Sang Inspirator Distro Ankels Solo

Namanya Wahyu Tri Prasetyo, mahasiswa S1 Non Reguler Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2005. Pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Pras ini, meski pendiam tetapi dia adalah inspirator label Ankels, usaha clothing dan distro yang cukup sukses di Solo.

Dia lahir di Sleman, 13 November 1982, di tengah keluarga yang sederhana. Bapaknya pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ibunya pegawai swasta. Dari TK sampai lulus SMA dia jalani di Yogyakarta. Di SMA Negeri 1 Yogyakarta inilah, Pras menemukan bakat yang nantinya akan menjadi tabungan di hari depannya.

“Awal mulanya,” kenangnya, “semasa SMA saya suka membuat desain sticker dan teman-teman menyukainya.” Setiap ada acara di SMA-nya ia memberanikan diri untuk menawarkan sticker-nya kepada teman-temannya. Keterampilannya dalam mendesain dan menyablon sticker menumbuhkan keinginan Pras untuk juga membuat kaos produksi sendiri. Tak disangka, banyak temannya yang tertarik membeli kaos produksinya. Continue reading WAHYU TRI PRASETYO Sang Inspirator Distro Ankels Solo

Thu
9
Apr '09

IOM Kosong, Sosialisasi DEMA Lambat

Iuran Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai sumber utama dana kegiatan mahasiswa mengalami kekosongan. Kebijakan pembatasan jangka waktu pembayaran IOM dikeluarkan oleh Pengurus IOM sebagai solusi atas kekosongan kas IOM. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada sosialisasi atas kebijakan tersebut yang seharusnya dilakukan oleh Dewan Mahasiswa (DEMA) FISIP UNS sejak November lalu.

Iuran IOM FISIP UNS adalah iuran hasil kesepakatan antara orang tua mahasiswa FISIP dengan Pengurus IOM FISIP UNS yang digunakan untuk membiayai program kerja kegiatan mahasiswa FISIP UNS. Besarnya jumlah iuran IOM yang harus dibayar oleh orang tua mahasiswa tersebut ditentukan dalam rapat IOM setiap tahunnya untuk masing-masing angkatan. Sebelum rapat IOM dilaksanakan setiap orang tua mahasiswa mendapat formulir surat pernyataan kesanggupan membayar IOM untuk diisi dan dikembalikan kepada Pengurus IOM FISIP UNS.

Peraturan yang ada selama ini, pembayaran IOM dapat dicicil tanpa batas waktu. Kecuali untuk mahasiswa angkatan 2006, jangka waktu pembatasan pembayaran iuran IOM-nya adalah hingga akhir tahun ajaran 2006/2007 (Agustus 2007) nanti. Hal ini telah disepakati dalam rapat IOM pada tanggal 26 Agustus 2006, yaitu sebesar Rp. 600.000,00 selama 1 tahun. Continue reading IOM Kosong, Sosialisasi DEMA Lambat

Thu
9
Apr '09

Program Ekstensi Ilmu Komunikasi : Ketika Kualitas Lulusannya Dipertanyakan

Sudah 8 tahun program ekstensi atau yang kini lebih dikenal sebagai program S1 Non Reguler Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) berdiri. Sejumlah lulusan pun telah dihasilkan dari “godokan” institusi ini. Namun bagaimanakah kualitas lulusan tersebut sesungguhnya? Ketika pada proses perkuliahan, mereka (mahasiswa ekstensi) hanya dijejali teori tanpa satupun praktek. Mereka pun wajib mengejar target SKS melalui matrikulasi agar dapat segera diluluskan dalam 2 tahun.

Pembukaan program ekstensi tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 433/DIKTI/Kep/1998 tentang Pembukaan Program Ekstensi dalam Program Studi Ilmu Komunikasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS). Dalam SK itu disebutkan beberapa pertimbangan perlunya program ekstensi dibuka. Salah satunya adalah untuk memenuhi minat masyarakat dalam rangka peningkatan kemampuan sebagai karyawan pemerintah dan swasta serta Badan Usaha Milik Negara yang tidak terpenuhi melalui program reguler. Adapun status para lulusannya disamakan dengan akreditasi program reguler Ilmu Komunikasi yang ada.

Pada kenyataannya program ekstensi memiliki perbedaan kurikulum dengan program reguler. Hal ini ditengarai berakibat pada timbulnya perbedaan output yang dihasilkan. Menurut pihak jurusan, penerimaan mahasiswa program ekstensi yang berasal dari program Diploma 3 berbagai lintas disiplin ilmu menyulitkan pihak jurusan untuk menyetarakan kurikulum seperti pada program reguler. Masa kuliah yang dibatasi selama empat semester dan terbatasnya waktu kuliah untuk program ekstensi merupakan penyebab utamanya. Hal ini diakui oleh Dra. Sofiah, M.Si, selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNS, “Seandainya kita diijinkan untuk menerima mahasiswa dari lulusan SMA, mungkin kami bisa menyetarakan kurikulum antara program reguler dengan ekstensi,” tambahnya. Continue reading Program Ekstensi Ilmu Komunikasi : Ketika Kualitas Lulusannya Dipertanyakan

Thu
9
Apr '09

Yanu Endar Prasetyo “Prestasi tidak menjadikan saya apa-apa.”

Siapa sih yang tidak kenal dengan Yanu Endar Prasetyo? Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2003 yang akrab dipanggil dengan sebutan Yanu ini, ternyata memiliki segudang prestasi dibalik kacamata beningnya itu.

Prestasinya ia mulai sejak duduk di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dengan terpilih menjadi Pelajar Teladan I SLTP Karesidenan Kediri. Duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), pria kelahiran Blitar, 23 Januari ini pun mendapatkan prestasi yang sama yaitu sebagai Pelajar Teladan II SMA Kota Blitar. Lagi, saat menjadi mahasiswa FISIP UNS, dirinya kembali terpilih menjadi mahasiswa berprestasi FISIP UNS 2006.

Mendapatkan prestasi yang begitu hebatnya tentu dapat membuat kita bangga dan merasa tenar. Tetapi tidak dengan pria yang memiliki hobi travelling ini. Baginya, prestasi itu tidak mengubah apa-apa. “Prestasi tidak menjadikan saya apa-apa. Yang ada malah kita dijadikan standar bagi orang lain. Semua orang akan menjadikan kita sebagai patokan. Dan itu membuat tidak enak,” tuturnya bersahaja. Continue reading Yanu Endar Prasetyo “Prestasi tidak menjadikan saya apa-apa.”

Fri
3
Apr '09

Semester Pendek di FISIP Menyimpang

Pelaksanaan semester pendek di FISIP ternyata tidak sesuai dengan SK Rektor No.772/J27/PP/2003. Semester pendek yang seharusnya dilaksanakan satu kali setahun, di FISIP dilakukan dua kali. Dekanat bersikukuh bahwa ini bukan suatu pelanggaran. Mereka berpendapat bahwa mereka pun memiliki wewenang membuat kebijakan untuk FISIP.

Ada tiga permasalahan mengenai ketidaksesuaian aturan di FISIP dengan SK Rektor. Permasalahan pertama mengenai pelaksanaan semester pendek sebanyak dua kali dalam setahun. Sejak tahun 2001, FISIP telah melaksanakan semester pendek sebanyak dua kali dalam setahun.

Menurut Pembantu Rektor I DR. Ravik Karsidi, MS, pelaksanaan semester pendek di FISIP tersebut jelas bertentangan dengan aturan universitas. “Dulu memang banyak variasi pelaksanaan semester pendek. Tapi tanggal 4 Desember 2003 dikeluarkan SK Rektor yang mengatur pelaksanaan semester pendek di semua fakultas. Dalam SK itu disebutkan semester pendek hanya bisa dilaksanakan sekali setahun,” tegas Ravik. Ravik menambahkan ia tidak mengetahui mengenai pelaksanaan semester pendek dua kali setahun di FISIP. “Kalau memang kenyataannya seperti itu, pihak Dekanat FISIP akan saya tegur,” tegasnya.

Continue reading Semester Pendek di FISIP Menyimpang

Fri
3
Apr '09

Fungsi lab komputer Sosiologi dipertanyakan

Hampir setiap hari ruangan itu selalu terkunci rapat. Teralis besi yang ada di depan pintu ruangan itu menambah kesan tertutup pada ruangan itu. Ruangan itu adalah Laboratorium Komputer milik Jurusan Sosiologi. Ketertutupan itu menimbulkan pertanyaan, “Apa sebenarnya fungsi laboratorium itu?”

Menurut Drs. Muflich Nurhadi, SU, Ketua Jurusan Sosiologi tahun 2003, laboratorium komputer Sosiologi sebenarnya merupakan ruang kuliah biasa yang menggunakan metode visual. Laboratorium ini dibangun dengan dana Proyek Semi Que. Proyek Semi Que merupakan proyek dari Pendidikan Tinggi (Dikti) yang ditawarkan kepada dosen dari seluruh program studi di Indonesia yang berminat mengembangkan program studinya.

Jurusan Sosiologi UNS pada tahun 2003 berhasil mendapatkan proyek ini selama dua tahun. “Sosiologi mendapat dana proyek sebesar Rp.500 juta yang diberikan dalam dua tahap, dimana masing-masing tahap sebesar Rp.250 juta,” ungkap Muflich. Ia menambahkan bahwa dana yang didapatkan terdiri dari tiga elemen dimana 50% murni untuk pengembangan akademik, 20% untuk pelaksana kegiatan dan sisanya untuk pembelian peralatan seperti komputer dan LCD. Continue reading Fungsi lab komputer Sosiologi dipertanyakan

Fri
3
Apr '09

Drs. Panda Potan Rambe, M.Si : Berawal dari Pemancar Gelap

Siapa yang tak kenal dengan Drs. Panda Potan Rambe, M.Si? Nama dosen yang berdomisili di Surabaya ini memang sangat populer di kalangan mahasiswa FISIP UNS, khususnya bagi mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi. Pria yang akrab disapa Bang Potan ini adalah salah satu dosen jurusan Ilmu Komunikasi yang mengampu mata kuliah radio. Dosen yang dikenal sangat bersahabat ini merupakan “produk asli” dari FISIP UNS. Ia menyelesaikan pendidikan S1 jurusan Ilmu Administrasi Negara dan pendidikan S2 jurusan Manajemen Komunikasi FISIP UNS. Segudang pengalaman yang ia miliki di dunia broadcast patut kita jadikan contoh .

Berawal dari kesukaannya terhadap dunia musik, sekitar tahun 1977 Bang Potan bersama beberapa temannya membentuk suatu grup dan melakukan siaran lewat pemancar gelap. Pada saat itu pemancar-pemancar gelap memang sedang marak di Indonesia. Bang Potan yang pada awalnya hanya sekedar main-main, lama kelamaan jatuh cinta terhadap dunia radio. Terhitung sejak tahun 1983, pria asli Tapanuli Sumatera Utara ini semakin serius menggeluti bidang radio. Dosen kelahiran 14 November 1959 ini berpendapat bahwa dunia radio jaman sekarang secara teknis jauh lebih rapi dan lebih canggih daripada dunia radio jaman dulu. Ketika dimintai pendapat tentang perkembangan industri radio saat ini, Bang Potan mengatakan bahwa perkembangan dunia radio saat ini sangat bagus. “ Tetapi menurut saya artnya hilang. Karena sekarang ini semua serba canggih. Dulu semuanya dikerjakan secara manual, dan menurut saya disitulah letak seninya,” tambah Bang Potan.

Dosen yang pernah menjadi General Manager di radio S103 dan radio EBS Surabaya ini sangat yakin kalau radio akan bertahan lebih lama daripada media televisi. Bang Potan berpendapat bahwa dengan semakin tingginya intensitas kesibukan, maka seseorang akan lebih memilih mendengarkan radio daripada menonton televisi. Selain karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, mendengarkan radio juga tak membutuhkan konsentrasi yang banyak. Continue reading Drs. Panda Potan Rambe, M.Si : Berawal dari Pemancar Gelap

Wed
4
Mar '09

Dana Pers D3, Kemana Engkau Pergi???

Sebenarnya, untuk apa Dana Pers Kampus Fakultas mahasiswa D3 FISIP ? Jangankan mahasiswa D3-nya sendiri, bahkan pihak Dekanat dan para Ketua Program jurusan D3 pun menggeleng keras ketika ditanya Acta Diurna. Masing-masing pihak merasa tidak memiliki kewenangan maupun tanggung jawab untuk mengurusi pemanfaatan dana tersebut. Jika begitu apakah masih perlu mahasiswa D3 membayar dana pers tersebut tiap semester?

Sejak pembayaran SPP semester ganjil 2005/2006, di blanko formulir pembayaran SPP mahasiswa D3 selain biaya SPP juga tertulis Biaya Lain-Lain sebesar Rp 7.500,-. Menurut Drs. Totok Sarsito, SU, MA , Pembantu Rektor III UNS, Biaya Lain-Lain tersebut sama penjabarannya dengan yang tertulis pada blanko pembayaran tahun sebelumnya, yaitu : Dana Pers Kampus Fakultas sebesar Rp 1.500,-; Dana Pers Kampus Universitas sebesar Rp 1.000,-; dan Dana Kasih Plus sebesar Rp 5.000,-.

Dana Pers Kampus Universitas adalah dana pers yang nantinya akan dikelola oleh LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) tingkat universitas. Sedangkan Dana Pers Kampus Fakultas adalah dana pers yang nantinya dikelola oleh LPM masing-masing fakultas yang bersangkutan. Dana Pers Kampus Fakultas yang disetorkan oleh mahasiswa D3 menjadi permasalahan karena setelah ditelusuri, ternyata kurang jelas dipergunakan untuk apa. Continue reading Dana Pers D3, Kemana Engkau Pergi???

Wed
4
Mar '09

”Mahasiswa Butuh Sesuatu Yang Kongkret Bukan Hanya Visi Misi Saja”

Walaupun sudah tiga kali diadakan Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) di FISIP, proses demokratisasi mahasiswa belum berjalan dengan efektif. Buktinya masih banyak mahasiswa yang belum merasakan fungsi partai-partai peserta PEMIRA. Bahkan ada beberapa partai yang masih perlu dipertanyaakan eksistensinya.

Keberadaan partai di FISIP diawali pada tahun 2003, yaitu setelah diselenggarakannya kongres mahasiswa FISIP UNS. Saat itu FISIP telah memiliki BEM. Sedangkan DEMA pada kongres sebelumnya telah dibubarkan. Sehingga, pada waktu itu belum ada sistem legislatif di FISIP. Dalam kongres telah disepakati untuk menyelenggarakan PEMIRA sebagai wadah untuk memilih anggota DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) dimana dalam perkembangan selanjutnya berubah menjadi DEMA. Anggota- anggota DPM dipilih dari calon legislatif yang berasal dari partai.

Untuk dapat mengikuti PEMIRA, partai-partai tersebut harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan oleh Departemen Dalam Negeri BEM FISIP UNS. Sehingga, dapat lolos verifikasi KPU (Komisi Pemilihan Umum) Pemira Multi Partai FISIP UNS. Syarat-syarat bagi suatu partai untuk dapat lolos verifikasi KPU tersebut antara lain mamiliki AD/ART, visi/misi, proker (program kerja) dan mendaftarkan partainya sesuai jadwal. Continue reading ”Mahasiswa Butuh Sesuatu Yang Kongkret Bukan Hanya Visi Misi Saja”